Jauhi 4 Jenis Makanan Ini Kalau Mau Jantung Tetap Sehat, Cek!

Infografis/Waspada Masalah Jantung Setelah Pulih COVID-19/Aristya Rahadian

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang harus menjadi perhatian setiap kalangan. Data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa penyakit jantung masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian utama di dunia.

Bahkan, jumlah kematian akibat penyakit jantung secara global mencapai 18,6 juta orang setiap tahunnya. Angka kematian tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi 24,2 juta orang pada tahun 2030.

Oleh karenanya, seseorang yang mengidap penyakit ini harus mendapat perawatan dokter dengan segera dan teratur. Selain itu, pola hidup yang sehat juga harus terus diterapkan oleh pengidap, tak terkecuali menjaga pilihan makanan.

Pasalnya, sebanyak 30% faktor penyumbang sakit jantung berasal dari makanan yang tinggi kolesterol, sebagai cikal bakal munculnya penyakit kardiovaskular dan dapat berdampak langsung pada serangan jantung.

Hal ini juga berlaku bagi mereka yang tidak memiliki riwayat jantung karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan dapat terhindar dari ancaman penyakit ini.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang harus dihindari, terlebih bagi penderita sakit jantung.

1. Gorengan

Berbagai makanan yang digoreng, apalagi digoreng hingga kering, mengandung kolesterol tinggi sehingga harus dihindari. Makanan yang digoreng mengandung banyak kalori dan lemak trans yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sudah ada banyak hasil studi gizi yang menyebut bahwa makanan yang digoreng serta berminyak, membuka peluang tinggi risiko terkena penyakit jantung.

Alternatif makanan pecinta goreng-gorengan adalah kentang, kale, atau brokoli yang dipanggang hingga garing. Atau, makanan bisa diolah menggunakan air fryer, yang menggunakan lebih sedikit minyak.

2. Daging Merah

Jenis daging merah ini bervariasi, seperti daging sapi, kambing, domba, atau babi, yang biasanya tinggi lemak. Makanan tinggi lemak kerap dikaitkan mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL).

Menurut penelitian, mengonsumsi terlalu banyak daging merah bisa meningkatkan risiko jantung koroner. Sebagai ganti untuk mendapatkan protein, daging merah bisa disubstitusikan ke daging unggas tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.

3. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, bakso, hot dog, salami dan bacon mengandung sodium tinggi dan lemak jenuh. Biasanya daging olahan bersumber dari potongan daging sapi atau ayam yang berlemak.

Nutrisi yang ada dalam makanan olahan tentunya sudah tidak sama dengan nutrisi utuh sebelum diolah. Ada kemungkinan juga mudah terkontaminasi bakteri serta virus.

Makanan olahan biasanya melalui proses pengawetan garam, nitrat, yang bisa memperberat kerja jantung. Terlebih kolesterolnya tinggi yang khawatir memperparah penderita jantung.

4. Makanan yang dipanggang

Biskuit, cake, dan kue kering yang diproduksi secara massal seringkali padat kalori, rendah nutrisi, dan mengandung banyak lemak (terutama lemak jenuh seperti mentega) dan gula. Semua ini adalah penyebab kolesterol tinggi. Gantilah dengan makanan yang dipanggang di rumah, dan atur jumlah dan jenis lemak dan gula yang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*