Perkara Mobil Listrik, Anies Diserbu Banyak Menteri Jokowi

Ilustrasi Pemilu 2024

Situasi perpolitikan tanah air mulai panas, meskipun pemilihan umum (pemilu) baru akan diselenggarakan tahun depan. Bahkan Calon Presiden mulai melancarkan serangan-serangan terbuka.

Anies Baswedan salah satunya. Dalam sebuah pidato, Calon Presiden RI dari Partai Nasdem, PKS & Demokrat https://188.116.26.232/ tersebut mengkritik kebijakan pemerintah mensubsidi mobil listrik.

Awalnya, Anies mengatakan bahwa Indonesia memiliki begitu banyak peluang, khususnya dalam lingkungan hidup. Pemerintah harus memastikan sumber daya yang tepat untuk menghadapi tantangan lingkungan hidup.

“Solusi menghadapi tantangan lingkungan hidup, polusi udara bukan lah terletak di dalam subsidi mobil listrik yang pemilik mobil listriknya yang mereka tidak membutuhkan subsidi, betul?” tegas Anies dalam pidatonya.

Anies menghitung, bahwa subsidi kepada mobil listrik dalam pemakaian mobil pribadi emisi karbon per kapita per kilometer katanya lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak.

“Emisi per kilometer per kapita untuk mobil listrik dibandingkan dengan bus berbasis BBM. Kenapa itu bisa terjadi, karena bus memuat orang banyak sementara mobil memuat orang sedikit,” ungkap Anies.

Ditambah, kata Anies, ketika pengalamannya menjadi Gubernur DKI Jakarta, kendaraan pribadi berbasis listrik tidak menggantikan mobil yang ada digarasinya, maka akan menambah mobil di jalanan.

“Sehingga menambah kemacetan di jalan. Jadi yang didorong ke depan adalah demokratisasi sumber daya bahwa kita mengarahkan agar sumber daya yang dimilik negara diberikan melalui sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat banyak bukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian dalam percakapan apalagi percakapan media sosial,” tandas dia.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah resmi menerbitkan aturan mengenai pemberian bantuan untuk pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yakni motor listrik dan mobil listrik per 20 Maret 2023.

Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi untuk pembelian motor listrik sebanyak 200 ribu unit motor sampai pada Desember 2023. Sementara untuk bantuan subsidi mobil listrik akan diberikan kepada 35.900 unit kendaraan.

Anies Disemprot 4 Orang Dekat Jokowi

Mendengar pernyataan Anies, pemerintah membela diri dengan kebijakan subsidi kendaraan listrik. Pertama datang dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut dia, di semua negara manapun subsidi diberikan untuk penjualan mobil listrik.

“Ya kalau subsidi mobil listrik hampir semua negara memberikan. Seluruh dunia melakukan hal yang sama,” ungkap Airlangga saat ditemui di Taman Literasi Blok M.

Setelah Airlangga, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ikut ‘menyemprot’ Anies.

“Kita EV (electrical vehicle) ini pada dasarnya tentu untuk mengurangi emisi, sebagai komunitas global kita berusaha utk zero emisi pada 2050. Ini bagian yang tidak terlepaskan dari upaya kita,” kata Agus menjawab pertanyaan CNBC Indonesia di kantor Kemenperin, Selasa (9/5/23).

Lebih lanjut, Ia menilai bahwa pemerintah harus melihat berbagai aspek yang timbul dari kebijakan subsidi ini, termasuk diantaranya menciptakan banyak lapangan kerja.

“Yang jelas kita gak boleh lupa bahwa pengembangan industri EV di Indonesia juga akan menyiptakan tenaga kerja yang cukup tinggi di Indonesia, dan bisa memanfaatkan program hilirisasi nikel yang sekarang digalakkan pemerintah,” tegas Agus.

Karena itu, semua pihak harus melihat sebuah kebijakan dari berbagai sisi. Agus menegaskan bahwa pemerintah tengah gencar membentuk ekosistem EV ini dengan melibatkan berbagai pihak.

“Jadi pengembangan EV jangan diliat dari satu faktor aja, tapi faktor secara utuh harus dilihat karena ekosistem kita terbentuk, manfaat dan tujuan EV ngga bisa diliat dari satu kacamata aja,” tegasnya.

Selain Agus dan Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan hal yang sama. Luhut mengatakan bahwa subsidi mobil listrik sudah melalui studi komprehensif. Selain itu, dunia pun kini tengah menggencarkan penggunaan kendaraan listrik, bukan cuma Indonesia. Bahkan Luhut menantang balik Anies.

“Sebenarnya gini ya mengenai mobil listrik ini sudah ada studi yang komprehensif, jadi saya kira seluruh dunia bukan hanya kita, jadi saya kira kita jangan melawan arus dunia juga. Jadi kalau siapa yang berkomentar saya tidak tahu mengenai itu, nanti suruh dia datang ke saya, nanti biar saya jelasin ke dia bahwa itu ndak benar,” tegas Luhut saat ditemui usai acara Seminar Hilirisasi dan Transisi Energi Dalam Rangka Mencapai Indonesia Emas 2045 di Jakarta.

Terakhir ada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang ikut berkomentar soal kritik Anies Baswedan tentang kebijakan pemerintah yang tak tepat sasaran yakni pemberian subsidi kepada pembeli mobil listrik. Dengan tegas dia bilang pemerintah sudah punya road map jelas tentang kendaraan listrik khususnya mobil listrik.

“Jalan aja, wong itu (insentif mobil listrik) kan program pemerintah telah menyiapkan instrumen untuk pengembangan mobil listrik,” tegas Moeldoko saat ditemui di Ball Room Hotel Pullman Bunderan HI, Jakarta, Senin (15/5/2023).

Dia juga memastikan program ini terus berjalan meskipun ada kritikan dari berbagai pihak, khususnya Anies.

“Tetap jalan, iya dong,” ucapnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada bulan April 2023 lalu, penjualan dua mobil listrik produksi di Indonesia kompak melambung.

Hyundai dengan Ioniq 5 mampu terjual 716 unit, atau naik 124 unit dari bulan Maret 2023 yaitu sebanyak 592 unit. Ioniq 5 Signature Extended menjadi penyumbang terbesar dengan penjualan 625 unit, naik dari bulan sebelumnya sebanyak 560 unit.

Penyumbang terbesar kedua adalah Ioniq 5 Prime Extended terjual 65 unit atau naik 3x lipat dari bulan sebelumnya di angka 22 unit dan Ioniq 5 Signature Reguler terjual 26 unit, naik 2 x lipat lebih dari bulan sebelumnya yang terjual 10 unit.

Bukan hanya Ioniq 5, Wuling Air ev juga mengalami kenaikan penjualan dari 421 unit menjadi 450 unit. Air ev tipe long range memborong dengan terjual 450 unit atau naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 419 unit. Sedangkan penjualan Air ev standard range justru turun dari 2 unit menjadi 0 unit.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*